Gempa Susulan Magnitudo 5,8 Guncang NTT, Korban Gempa Utama Capai 54 Orang
Ringkasan
Gempa susulan bermagnitudo 5,0 dan 5,8 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 17 Agustus 2026. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. BNPB melaporkan korban meninggal akibat gempa utama mencapai 54 orang, sedikitnya 241 rumah rusak, dan 135 orang terluka. Penanganan diperkuat melalui Posko Nasional, distribusi 50 ribu paket bantuan, serta pengerahan armada darat, laut, dan udara untuk menjangkau wilayah terisolasi.
Dua gempa tektonik susulan berkekuatan magnitudo 5,0 dan 5,8 mengguncang dua wilayah di Nusa Tenggara Timur pada Senin pagi, 17 Agustus 2026. Gempa pertama terjadi di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, sedangkan gempa kedua berpusat di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada pukul 07.46 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan kedua gempa susulan tersebut tidak berpotensi memicu tsunami. Guncangan terjadi ketika warga masih menghadapi dampak gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang enam kabupaten di Flores.
Kepala BNPB Suharyanto mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia akibat gempa utama telah mencapai 54 orang pada Senin. Pendataan korban luka masih berlangsung secara dinamis sehingga jumlahnya dapat berubah seiring proses evakuasi dan pemeriksaan di lapangan.
Ribuan warga memilih menghabiskan malam di luar rumah karena khawatir gempa susulan merusak bangunan yang telah terdampak. Petugas penyelamat terus menyisir puing-puing dan mencari kemungkinan korban yang tertimbun longsor akibat gempa.
BNPB mencatat sedikitnya 241 rumah rusak di wilayah Flores. Data Survei Geologi Amerika Serikat menyebut gempa utama terjadi pada kedalaman 10 kilometer sesaat sebelum pukul 06.00 waktu setempat. Warga sempat berhamburan keluar rumah setelah peringatan tsunami dikeluarkan, sebelum peringatan tersebut dicabut.
Sedikitnya 135 orang mengalami luka-luka. Warga di sejumlah lokasi masih bertahan di tenda darurat karena khawatir rumah mereka runtuh jika gempa susulan kembali terjadi.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan Posko Nasional penanganan gempa NTT berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Posko tersebut menampung dan menyalurkan bantuan logistik untuk wilayah terdampak.
Sebanyak 50 ribu paket bantuan dari Presiden Prabowo Subianto disalurkan melalui dua posko utama di NTT, yaitu Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere. Posko Labuan Bajo melayani Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, Posko Maumere melayani Sikka, Ende, dan Nagekeo.
BNPB bersama unsur gabungan menyiagakan armada darat, laut, dan udara untuk menjangkau wilayah yang terisolasi. Di jalur udara, enam pesawat disiagakan di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere, termasuk helikopter untuk mendukung evakuasi medis darurat.
Selain korban jiwa, pendataan rumah warga yang rusak menjadi prioritas penanganan. Kerusakan fasilitas umum, termasuk kantor bupati, akan ditangani setelah kebutuhan pemukiman warga dipenuhi.
Sumber
Rujukan artikel: BBC News Indonesia dan detikNews.
