Blog & Insights

Data Upah Pengupas Bawang dalam Pidato Prabowo Dipertanyakan

Author: System
"Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang buruh pengupas bawang yang disebut menerima upah Rp700 ribu per kilogram memicu perdebatan. Pengamat Muhammad Said Didu mempertanyakan akurasi data tersebut dan mengaitkannya dengan dugaan masuknya informasi palsu ke dalam pidato Presiden. Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan akan memeriksa kebenaran angka itu. Perdebatan juga muncul bersamaan dengan informasi harga bawang dari data Kementerian Perdagangan."
Data Upah Pengupas Bawang dalam Pidato Prabowo Dipertanyakan

Ringkasan

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang buruh pengupas bawang yang disebut menerima upah Rp700 ribu per kilogram memicu perdebatan. Pengamat Muhammad Said Didu mempertanyakan akurasi data tersebut dan mengaitkannya dengan dugaan masuknya informasi palsu ke dalam pidato Presiden. Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan akan memeriksa kebenaran angka itu. Perdebatan juga muncul bersamaan dengan informasi harga bawang dari data Kementerian Perdagangan.

Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai pernyataan mengenai upah pengupas bawang dalam pidato Presiden Prabowo Subianto perlu diperiksa lebih lanjut. Ia menuding ada data yang tidak akurat dalam materi pidato tersebut dan menyebut, di negara lain seperti China atau Korea Selatan, pihak yang memasukkan data palsu dapat menghadapi hukuman berat.

Said Didu menyampaikan kritik itu melalui akun X pribadinya. Pernyataannya muncul setelah Prabowo memperkenalkan Susana, buruh harian pengupas bawang asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Agustus 2026.

Dalam pidato tersebut, Prabowo menyebut Susana menerima upah Rp700 ribu untuk setiap kilogram bawang yang dikupas. Angka itu kemudian memicu perdebatan di media sosial karena dianggap perlu diverifikasi, terutama terkait jenis pekerjaan dan cara penghitungan upahnya.

Prabowo juga menyampaikan bahwa Susana menerima manfaat Program Keluarga Harapan dan Program Sembako. Bantuan tersebut disebut membantu keberlangsungan pendidikan anak-anaknya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah akan menelusuri kebenaran data yang dibacakan Presiden. Ia menyampaikan pernyataan tersebut di Istana Negara, Jakarta, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pemerintah menyatakan akan memastikan angka yang disampaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan mencatat harga rata-rata nasional bawang merah sebesar Rp34.546 per kilogram. Sementara itu, harga bawang putih Honan berada di kisaran Rp35.800 per kilogram. Data harga tersebut menjadi bagian dari konteks perdebatan, tetapi tidak secara langsung membuktikan besaran upah pengupasan bawang yang disebut dalam pidato.

Sumber

Rujukan artikel: Warta Ekonomi.